Skandal dalam oleh

Rupanya lewat aktivitas Call money overnight itulah, Andri diperdaya oleh oknum yang rupanya memiliki niat buruk atau dengan sudah menyiapkan Rekening rekayasa dengan nama serupa BCI sejak jauh-jauh hari sebelum kejadian .

Nomor rekening rekayasa itu kemudian disuntik dengan ratusan milyaran untuk kemudian dialirkan ke Nomor rekening Centris yang asli melalui rekanan oknum tersebut untuk bisa dicairkan saat pengembalian call money keesokan harinya.

“Jadi Centris yang asli menerima call money dari rekanan kami yang ternyata kongkalikong dengan yang aslinya bersumber dari rekening rekayasa, kemudian tersebut mengalir ke - rekanan yang bersekongkol dengan tersebut, sehingga itu bisa keluar dr ,” umbarnya.

Andri pun menyebutkan beberapa yang melakukan kongkalikong tersebut dan terkuak diantara rekanan tersebut masih ada yang beroperasi hingga kini.

“Diantara tersebut ada M, B, dan S,” ungkapnya.

Skandal dalam Rekayasa bersekongkol dengan Swasta (/Dok. AndriTedjaDharma)

Dari penuturan Andri tersebut, ia pun heran dengan I yang kini di tahun menagih Centris melalui dirinya tanpa menelusuri kasus yang sebenarnya.

Andri justru merasa aneh, pasalnya Centris itu sudah digadaikan sahamnya kepada dengan Akte 47, dan BPPN membeli promes nasabah sesuai Akte 46 saat itu.

Karena sudah rancu maka jika menagih Centris sama juga mereka menagih diri mereka sendiri.

“Kan lucu masak menagih milik mereka sendiri,” ungkapnya.

Andri justru akan balik menagih pemerintah pasalnya alih-alih menerima bantuan, dirinya justru menjaminkan tanahnya seluas 452 Ha di yang malah digelapkan dan promes nasabah malah dijual oleh ke BPPN.

“Lewat akta 46, saya akan menagih pemerintah untuk mengembalikan tanah yang dijaminkan kepada dan sudah habis masa berlakunya yang rupanya malah dialihkan ke BPPN dan tidak jelas dimana keberadaan sertifikatnya ini,” terangnya.