jakartainside.com – Dunia memprediksi akan melambat. Bahkan prediksi pada terbaru disebutkan pertumbuhan Timur kemudian Pasifik cuma 5% pada tahun , turun 5,1% dari perkiraan sebelumnya. Lantas bagaimana dengan ?

Rajiv Biswas APAC Chief Economist S&P Global Market Intelligence mengatakan kunci kekuatan dalam menghadapi gejolak global adalah di area dalam pertumbuhan GDP hingga hilirisasi.

Selengkapnya saksikan diskusi Maria Katharina bersama Rajiv Biswas APAC Chief Economist S&P Global Market Intelligence dalam Program Closing Bell CNBC , Senin (09/10/).

 

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sumber CNBC

by Jakarta Inside