Komisi Pemberantasan () bakal memberikan bantuan kepada Ketua , , yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya, dalam kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Pertanian (Mentan) (SYL)

Wakil Ketua , Alexander Marwata mengatakan, bantuan diberikan lantaran Firli masih berstatus sebagai pegawai .

Firli bahkan masih menjabat sebagai Ketua

“Yang jelas Pak Firli masih sebagai pegawai , jadi tentu saja dalam menjalankan tugas dan kewajibannya yang bersangkutan berhak mendapatkan bantuan ,” kata Alexander Marwata, di Gedung , , Kamis (23/11/).

Dia mengatakan koleganya tetap berkantor dan bekerja seperti biasa. Selain itu, Firli juga tetap mengikuti rapat dan sejumlah agenda internal .

“Masih sangat aktif, yang bersangkutan tadi juga ikut rapat,” ujar Alex.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Disisi lain, diakui Alex, 32 ayat (2) UU menyatakan komisioner diberhentikan sementara dari jabatannya jika ditetapkan sebagai tersangka. Namun, 32 ayat (4) UU menyebut pemberhentian sementara dilakukan berdasarkan keputusan

“Pemberhentian tersebut ditetapkan dengan keputusan ,” kata Alex. 

Dikatakan Alex, pihaknya masih menunggu () menerbitkan keputusan terkait pemberhentian sementara . “Belum juga ada dari ,” imbuh Alex.

Polda Metro Jaya sebelumnya menetapkan Firli sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Mentan (SYL). Firli dijerat dengan 12 huruf e atau 12B atau 11 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Juncto 65 KUHP.

Penetapan tersangka ini dilakukan Polda Metro Jaya melalui gelar perkara setelah memeriksa sekitar 90 saksi dan empat ahli.

Tim penyidik juga telah menyita berbagai barang bukti. Beberapa di antaranya, dokumen penukaran valuta asing dalam pecahan Singapura dan (AS) dengan nilai setara Rp7,4 miliar, dua mobil, 21 unit , kunci mobil Land Cruiser, dan ikhtisar lengkap LHKPN .

Selain itu, tim penyidik juga telah menggeledah sejumlah , termasuk Firli di Villa Galaxy, dan yang disewa mantan itu di Kertanegara Nomor 456 .