jakartainside.com –

besar dengan , mulai melirik industri lain untuk digarap. Kabarnya, perusahaan itu tengah menjajaki pembuatan sendiri.

Reuters mengutip diskusi internal yang mana hal tersebut menyebutkan belum memutuskan untuk melanjutkan rencana itu. Namun, berbagai opsi sudah dibahas untuk mengatasi kekurangan  untuk digunakan perusahaan, dikutip Senin (9/10/).

Selain menciptakan chip sendiri, juga menjajaki opsi bekerja lebih besar banyak dengan dengan pembuat chip seperti . Perusahaan ingin melakukan diversifikasi pemasok selain .

Berdasarkan Reuters, menolak berkomentar terkait pengerjaan chip sendiri.

Sementara itu, CEO diketahui sudah memfokuskan kerja perusahaan untuk akuisisi tambahan banyak . Dia jadi salah satu orang yang mana mengeluhkan kesulitan kelangkaan unit pemrosesan grafis untuk chip yang mana yang cocok menjalankan .

Jalur akuisisi jadi tercepat untuk menghasilkan chip yang digunakan diinginkan . Sebelumnya Amazon.com pernah melakukan hal serupa dengan akuisisi Annapurna Labs tahun 2015.

Reuters melaporkan berencana untuk melakukan uji tuntas pada target akuisisi potensial. Ini disebutkan oleh manusia sumber yang digunakan digunakan mengetahui rencana itu, namun tak diketahui perusahaan yang mana diperiksa itu.

Rencana itu, menurut banyak veteran industri, butuh inisiatif strategi besar. Belum lagi penyertaan modal yang dimaksud juga tak sedikit, bahkan sanggup semata mencapai ratusan jt per tahun.

Namun rencana itu juga memiliki risiko yang dimaksud besar. Karena perkembangan kegiatan ratusan jt , tak menjamin sanggup menghasilkan chip nantinya.

Jika rencana ini berjalan lancar, maka nama akan bersanding dengan sebagian raksasa lain yang dimaksud hal tersebut telah dilakukan lama menyebabkan sendiri. Seperti disinggung sebelumnya, tak semuanya berhasil.

Misalnya upaya memproduksi sendiri dari ternyata bermasalah. Induk perusahaan dari Facebook akhirnya menghapus beberapa diantaranya dan juga juga sekarang tengah mengerjakan chip baru untuk semua jenis pekerjaan .


Sumber CNBC

by Jakarta Inside