Chairman Lembaga Riset Siber CISSREC, Pratama Persadha menyarankan agar Komisi Pemilihan Umum () segera mengganti semua username dan kata sandi yang memiliki akses masuk ke .

Pratama mengatakan, hal itu merupakan langkah sigap yang harus dilakukan dalam menangani kebocoran data yang saat ini sedang dialami .

Seperti diketahui, Seorang peretas dengan nama anonim “Jimbo” mengklaim telah meretas situs kpu.go.id dan berhasil mendapatkan data pemilih dari situs tersebut.

“Ada baiknya tim IT melakukan perubahan username dan password dari seluruh akun yang memiliki akses ke tersebut sehingga bisa mencegah user yang semula berhasil didapatkan oleh peretas supaya tidak dapat dipergunakan kembali,” kata Pratama kepada wartawan, Rabu (29/11/).

Pratama menjelaskan, masih perlu dilakukan audit dan forensik dari serta server untuk memastikan titik serangan yang dimanfaatkan peretas dalam mendapatkan data pemilih.

“Dan sampai saat ini belum ada tanggapan resmi dari terkait bocornya data pemilih di forum breachforums tersebut,” ujarnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Terkait peretasan ini, akun anonim Jimbo telah membagikan 500 ribu data yang berhasil dia dapatkan pada salah satu postingannya di situs BreachForums yang biasa dipergunakan untuk menjual hasil peretasan.

Serta beberapa tangkapan layar dari website https://cekdptonline.kpu.go.id/ untuk memverifikasi kebenaran data yang didapatkan tersebut.

Akun Jimbo juga menyampaikan dalam postingan di forum tersebut bahwa data 252 juta yang berhasil dia dapatkan terdapat beberapa data yang terduplikasi, dimana setelah Jimbo melakukan penyaringan, terdapat 204.807.203 data unik.

“Dimana jumlah ini hampir sama dengan jumlah pemilih dalam DPT Tetap yang berjumlah 204.807.222 pemilih dari  dengan 514 kab/ di serta 128 perwakilan,” kata Pratama.

Pratama menjelaskan, dalam data yang didapatkan oleh Jimbo tersebut memiliki beberapa data yang cukup penting seperti NIK, No. KK, nomor (berisi nomor passport untuk pemilih yang berada di luar negeri), nama lengkap, jenis kelamin, tanggal lahir, tempat lahir, status pernikahan, alamat lengkap, RT, RW, kodefikasi kelurahan, kecamatan, kabupaten serta kodefikasi TPS.

Pratama mengatakan, Tim CISSREC sudah mencoba melakukan verifikasi data sample yang diberikan secara random melalui website cekdpt.

“Dan data yang dikeluarkan oleh website cekdpt sama dengan data sample yang dibagikan oleh peretas Jimbo, termasuk nomor TPS dimana pemilih terdaftar. Jimbo menawarkan data yang berhasil dia dapatkan seharga $74000 atau hampir setara 1.2 miliar ,” ujarnya.

Pada tangkapan layar lainnya yang dibagikan oleh Jimbo, nampak sebuah halaman website yang kemungkinan berasal dari halaman dashboard pengguna.

Pratama mengatakan, dengan adanya tangkapan layar tersebut maka kemungkinan besar Jimbo berhasil mendapatkan akses login dengan dengan role Admin dari domain sidalih.kpu.go.id menggunakan phising, social engineering atau melalui malware.

“Dengan memiliki akses dari salah satu pengguna tersebut Jimbo mengunduh data pemilih serta beberapa data lainnya. CISSREC juga sebelumnya sudah memberikan alert kepada tentang vulnerability di pada tanggal 7 Juni ,” pungkasnya.***