jakartainside.com – Jaya menetapkan Ketua (Komisi Pemberantasan ) sebagai terdakwa pemerasan mantan Menteri Pertanian . Direktur Reserse Khusus Jaya Komisaris Besar Ade Safri Simanjuntak menuturkan, status sebagai saksi naik menjadi terperiksa terhitung pada hari ini pukul 19.00 WIB.

Penetapan dituduh berdasarkan hasil gelar kejuaraan perkara di area Jaya. “Dengan hasil ditemukannya bukti yang dimaksud cukup untuk menetapkan saudara FB () selaku Ketua RI sebagai terdakwa pada perkara dugaan langkah pidana ,” ujar Ade di area Jaya, Rabu, 22 November .

Sebelumnya, laporan dugaan pemerasan ini disampaikan pada Agustus . Kemudian tindakan hukum ini naik tahap penyidikan pada Jumat, 8 Oktober .

Mereka yang sudah ada diperiksa hampir 100 orang, dalam antaranya , , pejabat , Kevin Egananta Joshua, hingga Kapolrestabes Semarang Komisaris Besar Irwan Anwar.

Firli dijerat Pasal 12e, Pasal 12B, serta Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana sebagaimana sudah pernah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pembaharuan melawan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana juncto Pasal 65 KUHP.

Sebelumnya, Jaya telah memeriksa dua kali di area Badan Reserse . Dia selalu menghindari wartawan yang dimaksud mencoba mengkonfirmasi pasca pemeriksaan. membantah dirinya memeras di perkara ini. Dia merasa ada perlawanan balik dari koruptor.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dua rumah Firli digeledah, yaitu dalam Ibukota Selatan dan juga di tempat Pusat Kota . Barang bukti yang disita lalu diperiksa adalah dokumen serta barang elektronik, pecahan penukaran valas dari beberapa menghadapi mata Singapura juga dengan total terkonversi 7.468.711.500 sejak Februari 2021 sampai September .

Pilihan Editor: Bocoran Menpan RB persoalan Insentif ke IKN: Diprioritaskan untuk yang Pertama Pindah

Sumber Tempo

by Jakarta Inside