– Richard Lee merupakan kecantikan yang sering kali membagikan konten-konten mengenai di kanal , dan pribadinya sejak tahun 2014. Meski demikian, pemilik Klinik Kecantikan Athena itu juga tak luput dari deretan kontroversi dalam mereview produk hingga terlibat perseteruan dengan selebritis dan pesaing bisnisnya.

Menanggapi hal itu, Pakar Strategic Communication Mass Tuhu Nugraha pun meminta kepada para influencer agar lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan dan membuat konten di media sosial.

Tuhu pun meminta kepada para influencer agar lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan mengenai suatu produk yang bukan dari keahliannya.

“Ini menurut saya juga bukan pada kompetensi dan tempatnya, mereka juga perlu berhati-hati untuk membuat statement yang bukan area keahliannya,” kata Tuhu dalam keterangannya pada Kamis (20/6/2024).

Karena menurutnya, jika pernyataan tersebut keliru, maka akan membuat persepsi di hingga membuat reputasinya rusak. Karenanya, Tuhu mendesak agar para influencer memastikan keaslian hingga verifikasi data sebelum menyampaikan ke .

“Harus ada proses verifikasi dan mengecek keaslian data sebelum menyampaikan ke . Selain itu juga bisa menuntut agar influencer menyajikan data asli yang sudah diverifikasi. Karena sekali rusak, maka untuk memulihkan kembali membutuhkan , dan biaya yang tak murah. Sementara persaingan influencer saat ini juga sangat ketat,” kata dia.

Selain itu, menurutnya tersebut menjadi menarik, sehingga perlu sekali ada etika content creator dan influencer. Tuhu pun setuju, jika dibentuk Dewan Pengawas untuk memonitor influencer.

“Karena dampaknya pada , dan bahkan juga bisa berdampak material dan reputasi. Sementara, di pihak influencer kompetensinya sangat beragam, tetapi audiensnya kan tidak bisa membedakan itu, dan dampaknya bisa sangat berat,” katanya.

Untuk itu, Tuhu pun meminta agar lebih kritis ketika mendapatkan informasi atau statement keluar dari seorang influencer, apakah ahli di bidangnya atau tidak.

“Dipikir ulang apakah dia ahli di bidangnya? Bagaimana dengan pendapat ahli lain dan sumber lain? Konsumen bisa membandingkan dari pencari, otoritas atau ,” kata Tuhu.

“Saya selalu menerapkan zero trust info di terutama isu krusial. Saya akan mengecek informasi lebih lanjut dari beragam sumber, apalagi sekarang ada deepfake ,” ujarnya.