Pengusaha Kontraktor yang juga Influencer yang akrab disapa Bro Ron berinisiatif untuk memperbaiki Jalan Raya Kalimalang yang rusak parah pada Selasa malam, 11 Juli ,  usai kecewa dengan respon Plt Walikota Adhianto yang menurutnya tidak bijak.

“Kesal saja kalau seorang kepala daerah mengomongnya ‘bukan wewenang saya, bukan wilayah saya'. Saya kalau dengar-dengar itu dari kepala daerah bikin saya sebel saja. Masa kepala daerah mengomongnya begitu. Paling sedikit lebih merangkul lah, kayak, ‘oke nanti kita akan koordinasi dengan pihak terkait',” kata Ronald saat dikonfirmasi wartawan, Kamis, 13 Juli .

Adhianto diketahui pernah berkomentar pada kolom komentar unggahan jalan rusak tersebut dari akun sebuah media .

saat itu menanggapi yang mencolek dirinya terkait jalan rusak itu. memberi penjelasan bahwa Jalan Kalimalang itu bukan kewenangannya karena berstatus jalan

Hal itu pula yang mendorong Ronald dan timnya untuk bergegas menambal jalan yang berlubang di wilayah Cibitung tersebut pada Selasa malam lalu.

Ronald menjelaskan aksinya itu juga berawal dari laporan ke akun Instagramnya bahwa Jalan Raya Inspeksi Kalimalang tersebut rusak parah dan kerap memakan korban. 

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Jalan berlubang itu juga sebelumnya pernah di media sosial karena pernah memakan korban jiwa. Jalan itu pun sempat diperbaiki oleh pihak berwenang pada Mei , namun, kini kembali rusak.

“Jadi, dua lalu sebelum saya sudah keker tuh lobang, tetapi karena ada kecelakaan, ada yang meninggal, ramai kan itu, sehari dua hari itu diperbaiki (pemerintah). Nah, ternyata sekarang rusak lagi. Yaudah saya sikat lagi, langsung gerak,” ujar Ronald.

Saat memperbaiki jalan itu, lanjut Ronald, pihaknya menemukan penyebab jalan itu kerap rusak kembali meski telah diperbaiki.

“Saya memperbaiki jadi saya bongkar. saya bongkar semua itu ternyata ketahuan kenapa dia (jalan) rusak terus, fondasi sudah hancur di bawah. Fondasinya hancur di bawah saya lakukan special treatment dan special treatment tidak bisa dilakukan kalau hanya tambal-tambal saja, yang sebelumnya, kan, dilakukan hanya menambal,” ujar Ronald.***