– Laga semifinal Selatan versus , Selasa malam nanti, bukan hanya pertemuan kedua bagi dua tim dalam Piala Asia , tapi juga pertemuan antara gaya bermain menekan, dengan gaya balik menekan.

Mereka sama-sama tampil ngotot dan pantang menyerah, yang berkat itu mereka mencapai empat besar turnamen terbesar di Asia ini.

Baik Juergen Klinsmann maupun Hussein Ammouta pasti sudah belajar dari pertemuan pertama dua tim asuhan mereka ini dalam fase grup yang berkesudahan 2-2 pada 20 Januari.

Klinsmann mungkin akan kembali memasang formasi diamond 4-4-2 dengan kapten Song Heun-min dan striker Midtjylland Cho Gue-sung sebagai ujung tombak kembar.

Sebaliknya, Ammouta bakal lagi memasang formasi tiga bek dalam pola 3-4-2-1 dengan Yazan Al-Naimat sebagai ujung tombak seperti saat menaklukkan Tajikistan dalam perempatfinal, atau dalam pola 3-4-3 seperti kala menahan seri 2-2 Selatan pada babak grup.

Dalam dua pola itu, Al Naimat tetap tajam, tapi menghadapi permainan rapat dan spartan seperti Tajikistan dia kehilangan ketajamannya.

Sejauh ini, walau berperingkat di bawah Selatan dan lolos dari fase grup dengan status salah satu peringkat ketiga terbaik, lebih disiplin dalam menjaga daerah pertahanannya ketimbang Selatan.

Mereka sudah memasukkan 10 gol dan cuma kebobolan lima gol. Sebaliknya, Selatan memang sedikit lebih produktif dengan 11 gol, tapi sudah delapan kali kebobolan.

Padahal, benteng pertahanan Selatan dijaga oleh bek tengah Bayern Muenchen Kim Min-jae yang menjadi bek tengah terbaik di Asia dan salah satu yang terbaik di .

Tapi Selatan yang menjadi satu-satunya tim non Timur Tengah yang berada dalam semifinal edisi ini, tetaplah Korea. Mereka konsisten menekan melawan siapa pun seteru mereka di lapangan hijau. Mereka juga pantang menyerah.

Lihat apa yang mereka lakukan kala membalikkan keadaan tertinggal 0-1 dari Australia dalam perempatfinal, dengan mencetak gol dalam menit tambahan babak kedua, sebelum satu gol lagi pada babak perpanjangan yang menghindarkan mereka melewati lagi adu penalti seperti berjumpa Arab Saudi dalam 16 besar.

Faktor kapten Song Heun-min sangat menentukan Korea Selatan. Pengalaman, kematangan, , dan keterampilan sang bintang membantu Korea Selatan sulit dikalahkan, bahkan dalam situasi-situasi musykil.

Son yang mencetak salah satu gol kala ditahan seri pada fase grup, dianggap sebagai pesepak bola Asia terbesar sepanjang masa.

Striker Tottenham Hotpur itu dikenal karena kecepatannya, penyelesaian akhirnya, kemampuannya dalam menggunakan kedua kaki dengan sama baiknya, dan kepiawaiannya dalam menghubungkan antar lini permainan.

Tapi Korea Selatan tak hanya punya Son, karena mereka pun masih memiliki gelandang serang Paris Saint-German, Lee Kang-in, yang bersama Son sama-sama sudah menciptakan tiga gol. Masih ada Choe Gue-sung yang menghindarkan Korea Selatan dari kekalahan melawan Arab Saudi pada 16 besar.

Walau lebih banyak kebobolan, Korea Selatan sejauh ini menjadi semifinalis Piala Asia yang tak terkalahkan dalam 13 pertandingan terakhir.

Dalam lima laga terakhirnya mereka rata-rata menciptakan 1,5 gol, termasuk dua gol kala ditantang pada fase grup.

Hati-hati dengan underdog

sendiri terus meningkat grafik permainannya. Mereka rata-rata mencetak 0,5 gol pada babak pertama dalam dua pertandingan terakhir.

Korea Selatan yang sudah 11 kali mencapai semifinal Piala Asia yang enam di antaranya berlanjut ke final termasuk dua kali berakhir dengan status juara, tetap harus mewaspadai yang untuk pertama kali mencapai semifinal Piala Asia.

Salah satu yang harus dicermati dari adalah keefektifan tim Timur Tengah ini dalam merebut bola di daerah lawan. Dalam perkara itu, 30 kali melakukannya, sedangkan Korea Selatan 39 kali.

juga amat berbahaya dalam serangan langsung dari pertahanan sendiri sampai area penalti lawan, yang biasa disebut direct-attack.

Dalam soal ini, melakukannya 14 kali, sedangkan Korea Selatan 12 kali. Manisnya, dua dari 14 direct-attack itu berbuah gol, yang keduanya dibuat Mahmoud A-Mardi kala membantai 4-0 dalam fase grup.

Korea Selatan sendiri tak berhasil menciptakan gol dari skema tersebut.

Korea Selatan juga akan dituntut untuk lebih efektif dalam mengonversi penguasaan bola yang sudah mereka tunjukkan sepanjang Piala Asia .

Keasyikan memainkan umpan antar lini bisa membuat mereka lengah, apalagi memiliki direct-attack mematikan.

Korea Selatan memang tim yang lebih bertabur bintang, kaya pengalaman dan terbiasa dalam atmosfer puncak Piala Asia, tapi membiarkan perasaan di atas angin bisa menjadi bumerang.

Itu karena mereka menghadapi underdog yang dari hari ke hari bertambah percaya diri bisa tampil lebih baik demi terus menuliskan sejarah baru, selain tampil tanpa beban karena tak lagi memikul target besar.

Bagaimana Klinsmann melawan tim Yardania yang penuh percaya diri?
Klinsmann lawan tim percaya diri

“Sungguh kebanggaan besar bagi kami bisa melangkah sejauh ini. Ini memang membuat kami tertekan tapi kami sudah terlatih baik dan sudah siap mencapai final,” kata gelandang Ibrahim Sadeh dalam laman Piala Asia . “Kami sudah siap mencetak lagi sejarah.”

Tekad Sadeh mewakili semangat serta kepercayaan diri tim secara kolektif.

Sadeh, pelatih dan rekan-rekannya sudah secara saksama mempelajari pertandingan-pertandingan terdahulu, termasuk kala melawan Korea Selatan.

Mereka mungkin sudah tahu aspek dan sektor mana saja yang harus lebih dikuatkan lagi, dan bagian mana yang mesti ditambal agar tak dieksploitasi Korea Selatan.

Tetapi tentu saja hal sama dilakukan oleh Korea Selatan, apalagi pelatih mereka, Juergen Klinsmann, yang melegenda di dan Bayern Muenchen, adalah seorang pemikir di lapangan hijau.

Klinsmann dipuja puji kala menyulap tim muda menjadi kekuatan besar dalam Piala 2006 sebelum menyerah 0-2 kepada Italia dalam semifinal tapi sukses menghantam Portugal dalam perebutan tempat ketiga.

Korea Selatan adalah ketiga setelah dan yang ditukangi Klinsmann. Dia siap mengantarkan Korea Selatan mencapai level puncak kompetisi.

“Saya ingin bekerja sebaik mungkin untuk Korea dan berbagi pengetahuan serta pengalaman yang saya punya dengan tim ini,” kata Klinsmann seperti dikutip AFP.

Tugas utama Klinsmann adalah membawa Korea Selatan ke Piala 2026, dan kemudian sukses di sana. Piala Asia menjadi fondasi untuk meretas sukses itu.

Klinsmann akan memanfaatkan panggung Piala Asia untuk membuka pintu sukses dalam Piala . Untuk itu, dia tak akan membiarkan Korea Selatan tumbang seperti dan Arab Saudi.

Tapi Hussein Ammouta juga memiliki tekad serupa. Kepercayaan dirinya semakin besar saja, bahwa tak saja bisa mengalahkan raksasa seperti Korea Selatan, tapi juga mengangkat trofi juara.

Untuk alasan-alasan tim, tekad, teknik, statistik dan itu, laga semifinal Korea Selatan melawan akan menjadi tontonan menarik yang menjanjikan dan kualitas.


Bek tengah Ehsan Haddad berduel dengan gelandang Korea Selatan Son Heung-min dalam pertandingan Grup E Piala Asia antara dan Korea Selatan di Stadion Al-Thumama, Doha, Qatar, Sabtu (20/1/2024). ANTARA/AFP/Giuseppe Cacace/am.