jakartainside.com –

, CNBC  –  kembali direvisi untuk kedua kalinya. Setelah disahkan 2008, revisi pertama 2016 kemudian pada waktu ini sedang berproses revisi kedua.

DPR bersatu pemerintah juga telah terjadi menyelesaikan draf . Draf sudah disiapkan untuk masuk ke pembahasan tingkat II.

Dalam Rapat Kerja dengan Komisi I, Menteri Kominfo menyatakan sejak disahkan hingga sekarang aturan yang disebutkan butuh penyesuaian. Menurutnya aturan ini perlu relevansi dengan keinginan publik dan juga perkembangan hukum yang digunakan ada.

Dia mengakui adanya beberapa hambatan pada penerapan . Misalnya ada penerapan norma yang mana berbeda di area tiap tempat yang digunakan berbeda.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Penerapan norma-norma pidana pada berbeda-beda di berbagai tempat. Oleh akibat itu, berbagai pihak yang mana menganggap norma-norma multitafsir, karet, memberangus kemerdekaan pers, hingga mengancam kebebasan berpendapat,” kata Budi, Rabu (22/11/).

Masalah lainnya adalah pandangan belum sanggup memberikan pelindungan pada pengguna . Khususnya - yang mana menggunakan .

Penggunaan layanan atau item memang sebenarnya bisa saja memberikan faedah besar. Namun sebaliknya juga sanggup menjadi risiko bagi - tersebut.

“Oleh oleh sebab itu itu, Penyelenggara Sistem Elektronik yang menyelenggarakan barang atau layanan yang dimaksud harus mengambil tanggung jawab untuk memenuhi hak-hak , sekaligus melindungi dari bahaya atau risiko fisik maupun psikis,” jelasnya.

juga perlu melakukan pengoptimalan peran pemerintahan. Yakni di rangka mendirikan yang tersebut bersifat adil, akuntabel, aman, juga inovatif.

Budi menambahkan pula pentingnya perkuatan pada layanan sertifikat elektronik. Mengingat pelopor sertifikat elektronik memberikan banyak layanan selain tanda-tangan elektronik.

yang dimaksud ada ketika ini masih memerlukan penguatan kewenangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian lalu Informatika pada melakukan penyidikan aktivitas pidana siber,” ungkap dia.

Artikel Selanjutnya Minta Budi Arie Turunkan Harga

Sumber CNBC

by Jakarta Inside