Komisi () bakal menghapus Wakil Ketua bidang penindakan dan pencegahan.

Sinya bakal dihilangkannya hal tersebut disampaikan Ketua sementara Nawawi Pomolango dalam jumpa di Gedung Merah Putih , , Senin (27/11/) malam.

Evaluasi terkait hal itu segera dilakukan agar tak ada lagi otorisasi atas tersebut. Pada era pimpinan sebelumnya, termasuk saat memimpin, Wakil Ketua terbagi atas penindakan dan pencegahan. 

“Sebelumnya berlaku ada pembidangan, jadi ada wakil ketua tertentu membidangi penindakan, membidangi pencegahan. Ini akan kami evaluasi. Jadi tidak ada lagi model yang seperti ini. Semua Wakil Ketua , pimpinan bertanggung jawab terhadap bidang itu,” kata Nawawi.

Diharapkan langkah ini menyamaratakan peran komisioner . Nawawi berharap kedepannya tak boleh ada wakil ketua komisi antirasuah yang dikecilkan perannya.

“Sehingga tak ada alasan bagi kedeputian, kesekjenan tertentu mendegradasi kewenangan wakil ketua lain untuk masuk. Jadi ketika harus mengecek satu kedeputian, dia akan masuk. Pak Ghufron tak bisa lagi hanya ke kedeputian pencegahan monitoring tapi juga berwenang masuk ke kedeputian penindakan untuk mengontrol,” ujar Nawawi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hal tak jauh berbeda disampaikan Wakil Ketua , Alexander Marwata. Menurut Alexander ada beberapa hal yang disoroti pimpinan dalam rapat pimpinan pasca Nawawi didampuk sebagai Ketua Sementara

Salah satunya terkait penindakan atas pengusutan suatu kasus. Di mana pimpinan pimpinan tidak punya alat untuk memonitor perkembangan suatu kasus.

“Ini kurang termonitor dengan baik dan pimpinan tidak punya alat untuk memonitor disposisi pimpinan ditindaklanjuti atau tidak. Termasuk , banyak disposisi pimpinan yang sudah kita berikan: ‘lakukan penyelidikan' ‘lakukan penyelidikan' apakah itu dilakukan atau tidak, kita tidak punya alat monitoring,” kata Alex, sapaan Alexander Marwata.

“Ada alatnya yang kita sebut sinergi, tapi sampai dengan sekarang pun itu belum dimanfaatkan dengan baik, makanya tadi dalam rapat internal tadi kita ingin menata itu semuanya,” kata Alex menambahkan.

Atas dasar itu, komisioner saat ini minta agar dibuatkan agar mereka dapat memantau perkembangan. ini utamanya terkait aksi penindakan di lembaga antikorupsi yang dirasa rentan.

“Pimpinan sudah meminta dibuatkan sebuah dashboard, sehingga apa dengan dashboard itu pimpinan bisa memonitor, kira-kira disposisi pimpinan, terutama yang terkait dengan penindakan karena di paling rawan itu adalah di penindakan, itu yang harus kita patahkan kontrol dengan baik, apakah disposisi pimpinan yang memerintahkan untuk dilakukan penyelidikan itu ditindaklanjuti atau tidak,” ucap Alex.

Sementara itu, Wakil Ketua , menyebut kolektif kolegial di antara pimpinan sempat tidak berjalan. Katanya, ada sejumlah beberapa dalam penerapan kolektif kolegial. Ke depan, upaya perbaikan bakal dilakukan karena sudah ada pembahasan di rapat.

“Jadi kami sudah rapim, mengidentifikasi dan juga menginventarisir beberapa yang mengakibatkan otoriti yang mestinya kolegial tapi terganggu karena yang tak . Kami sudah berkomitmen memperkuat kolegialitas,” kata Ghufron.

Diketahui, Nawawi baru saja dilantik sebagai Ketua Sementara oleh () di , , Senin, 27 November.

Pasca dilantik, Nawawi kemudian mengumpulkan para pimpinan untuk membahas kondisi lembaga setelah diberhentikan sementara lantaran menjadi tersangka dugaan pemerasan atau penerimaan suap dari eks Pertanian () .***