“Jadi hak angket ini sebenarnya seperti menembak kaki sendiri sebab akan berbalik,”

Jakarta – Pengamat urusan sekaligus Direktur Eksekutif Survei serta Polling Negara Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara mengungkapkan hak angket bak menembak kaki sendiri untuk kubu pasangan calon 01 lalu 03.

"Jadi hak angket ini sebenarnya seperti menembak kaki sendiri dikarenakan akan berbalik," kata Igor ketika dihubungi Antara, Sabtu.

Menurut Igor, hak angket yang dimaksud diisukan akan bergulir di dalam DPR akan sulit menganulir hasil penghitungan pengumuman Komisi Pemilihan Umum () yang mana menyatakan pasangan Prabowo- menang di dalam mayoritas provinsi.

Hal yang dimaksud dikarenakan pendapat Prabowo- dibandingkan pasangan Anies Baswedan- lalu Ganjar Pranowo- terpaut jauh.

Justru, lanjut dia, hak angket akan membongkar kecurangan pemilihan umum di ranah pemilihan legislatif di dalam setiap daerah.

"Karena pemilihan umum legislatif terpencil lebih tinggi bermasalah dari pada . Karena data yang mana diajukan 01 kemudian 03 akan dibenturkan lagi oleh data dari 02 terkait kecurangan Kecurangan yang dimaksud muncul dalam ," kata dia.

Kondisi yang disebutkan yang mana dinilai Igor akan merugikan pihak 01 serta 03 yang tujuan awalnya ingin mengusut kecurangan pada pemilihan .

Hal yang disebutkan lah menurut Igor yang tersebut menciptakan hak angket di DPR terkesan "maju-mundur" akibat ada perbedaan pandangan dari pihak yang digunakan ingin mengajukan.

"Maju mundur kan, lantaran sebenarnya sejumlah yang mana memaparkan hak angket digulirkan dikarenakan yang tersebut kalah ingin dilobi," kata dia.

pemilihan meliputi Pemilihan Umum serta Wakil RI, pemilihan raya Anggota , pemilihan Anggota DPD RI, anggota provinsi, juga anggota kabupaten/kota dengan daftar pemilih tetap (DPT) tingkat nasional sebanyak 204.807.222 pemilih.

Audien pemilihan umum anggota legislatif () berjumlah 18 partai pemerintah nasional, yakni (sesuai dengan nomor urut) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), , PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai NasDem, , lalu Partai Gelora Indonesia.

Berikutnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Nusantara (), Partai Hanura, Partai Garuda, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bintang (PBB), , Partai Tanah Air (PSI), Partai , Partai Pembangunan (), lalu Partai Ummat.

Selain itu, juga disertai enam partai pemerintah lokal, yakni Partai Nanggroe , Partai Generasi Atjeh Beusaboh Tha'at juga Taqwa, Partai Darul , Partai , Partai Adil Sejahtera , kemudian Partai Soliditas Independen Rakyat .

Pada yang dimaksud sama, Rabu (14 Februari ), diselenggarakan pula pemilihan juga Wakil () yang digunakan disertai pasangan Anies Baswedan- nomor urut 1, Raka nomor urut 2, serta Ganjar Pranowo-. nomor urut 3.

Seturut Peraturan Nomor 3 Tahun 2022, rekapitulasi nasional pemilihan raya 2024 dijadwalkan mulai 15 Februari hingga 20 Maret 2024.

ini disadur dari Pengamat: Hak angket ini seperti menembak kaki sendiri