– Juru bicara Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rudeineh pada Sabtu, menekankan bahwa sudah waktunya bagi Serikat untuk mengakui dan bukan hanya berbicara tentang dua .

Pernyataan Abu Rudeineh itu menanggapi pernyataan Perdana Benjamin baru-baru yang menolak pembentukan ,

Melalui siaran jubir itu menyatakan bahwa “Pemerintah tidak tertarik pada dan stabilitas dan terus menolak mengakui kenyataan bahwa mustahil tercapai tanpa pembentukan yang , dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya berdasarkan perbatasan 4 Juni 1967.”

Dia menunjukkan bahwa “resolusi Dewan , Majelis Umum serta konsensus telah memberi status pengamat di . Bendera telah dikibarkan sejajar dengan bendera - lain yang telah mengakuinya”.

“Rakyat enggan mengkompromikan hak-hak sah mereka, termasuk [hak mereka atas] Yerusalem dan sejumlah situs suci lainnya serta hak mereka atas pembentukan yang , tak peduli berapa lama prosesnya,” kata Abu Rudeineh menegaskan.

Sumber: WAFA

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Luar Negeri Serikat Antony Blinken (kiri) dan Mahmoud Abbas (kanan). ANTARA/Xinhua/pri.