merupakan seorang wanita yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama Unilever, sebelum akhirnya memutuskan melepas jabatannya pada 24 Oktober lalu.

Belum sebulan setelah mengundurkan diri dari Unilever, Ira kembali membuat heboh karena menjual seluruh kepemilikan Unilevernya pada 2 November lalu.

sendiri diketahui memiliki 870 lembar Unilever yang mana per lembar sahamnya memiliki harga Rp3.650. Dengan begitu, total keseluruhan yang dijual Ira mencapai Rp3,17 miliar.

Lalu seperti apa profil ? Simak ulasannya berikut.

merupakan warga yang lahir di , 31 1971. Ira diangkat menjadi President Director ketika Rapat Umum Pemegang Luar Biasa pada 25 November 2020. Ia kemudian mulai efektif menjabat dan bekerja pada 1 2020.

Ira merupakan lulusan dengan jurusan Akuntansi Keuangan di Universitas pada 1995. Di tahun yang sama pula Ira resmi memulai karirnya di Unilever .

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selain lulusan Universitas , Ira juga pernah mengenyam Senior Executive Leadership di Harvard Business School pada 2019. 

Beberapa posisi tinggi juga pernah dijabat Ira, tak hanya di Unilever , melainkan juga di Unilever Tenggara. Diantara posisi yang pernah dijabat Ira selama bergabung di Unilever adalah sebagai berikut:

– Marketing Director Skin Care (2006-2010)

– Vice President Ice Cream, Media and Consumer Market Insight (2010-2014)

– Vice President South East (2014-2017)

– Vice President of Beauty & Personal Care and Board member of Unilever (2017-2020)

– CEO/President Director Unilever (2021-)

Selama menjabat berbagai posisi penting di Unilever, Ira telah berhasil mencatatkan terbaik secara selama tiga tahun berturut-turut. Keberhasilan tersebut membuat Ira dipercaya memimpin forum Chair B20 Women in Business Action Council (WiBAC), salah satu rangkaian pertemuan dalam Presidensi G20 .

Sebagai informasi, keputusan untuk melepas jabatannya sebagai Direktur Unilever dikarenakan alasan . Namun perusahaan tak merinci lebih lanjut apa alasan yang dimaksud.

Sedangkan untuk alasan penjualan seluruh kepemilikan Unilever, Ira mengatakan bahwa itu untuk keperluan anaknya. 

“Tujuan dari transaksi: keperluan ,” tulis keterangan Ira dalam Unilever kepada (), Rabu (29/11).

Di sisi lain, selang sebulan setelah Ira memutuskan berhenti dari Unilever, dua direktur Unilever mengikuti jejak Ira untuk keluar dari Unilever. Mereka adalah Shiv Sahgal dan Sandeep Kohli.

Sebelum Ira, Shiv, dan Sandeep, pada Juni Alper Kulak terlebih dulu mengundurkan diri dari posisi direkturnya dengan alasan juga.