Partai Amanat () meyakini jika mantan periode 2018-, Ridwan Kamil sanggup berkompetisi ketat dengan apabila keduanya maju dan bersaing dalam Pemilihan 2024.

Hal itu diungkapkan Sekjen , Eddy Soeparno yang mengatakan, masih ada beberapa menjelang hari pencoblosan yang bisa dioptimalkan untuk menaikkan tingkat keterpilihan Ridwan Kamil pada .

“Bagi kami keras yang masih bisa kita kejar dalam kurun lima yang akan datang itu merupakan kesempatan baik,” kata Eddy kepada wartawan di , Jumat (14/6/2024).

Eddy menilai, bukan hal yang mustahil bagi Ridwan Kamil untuk bisa menyaingi . Apalagi jika (KIM) yang akan menjadi pengusung, kompak melakukan - politiknya.

“Apalagi kalau KIM itu kompak, berbagai kekuatan dikerahkan di saya kira bukan hal yang mustahil bagi kita untuk bisa mengungguli,” ujarnya.

Eddy mengatakan, salah satu yang akan dilakukan untuk meraih simpati pemilih di yaitu dengan mengangkat tema yang berkaitan dengan kesejahteraan, hingga aglomerasi.

“Tema yang akan kita kedepankan itu bagaimana kita memperkuat pasca tidak menyandang status Ibu lagi, kita bicara aglomerasi dan lain-lain, saya kira itu menjadi topik yang menarik bagi saat ini,” ujarnya.

Eddy memastikan, pihaknya tidak akan menggunakan - yang berkaitan dengan identitas. Hal ini diyakini juga akan berpengaruh terhadap tingkat keterpilihan Ridwan Kamil.

“Yang tentu akan kita jauhi dan tidak akan kita tolerir adalah pembahasan mengenai identitas, kita akan jauhi itu, itu saya kira juga merupakan proposisi oleh mendapatkan nilai plus,” pungkasnya.

Sebagai informasi, saat ini KIM masih terus membahas terkait nama yang akan diusung di 2024. Meskipun belum secara resmi, nama Ridwan Kamil disebut sudah direstui oleh partai-partai untuk maju sebagai calon .