- Dua bocah yang berinisial SZ dan DR nekat mengendarai sepeda dari ke hanya dengan bermodalkan Rp105 ribu yang mereka dapatkan dari hasil meminjam temannya.

Dua bocah yang masih berusia 12 tahun itu diketahui hendak menemui teman lamanya yang berada di setelah berkomunikasi melalui sosial media. Namun, perjalanan mereka harus berhenti di Salatiga, Kabupaten Semarang,

Kedua bocah tersebut diberhentikan oleh setempat sebab melanggar lalu lintas. Selain itu, mereka juga tidak menggunakan helm ketika mengendarai sepeda

Oleh petugas, keduanya langsung dibawa ke Polsek Tengara untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Kemudian, petugas menghubungi anggota dari kedua bocah tersebut untuk menjemput mereka di Salatiga. 

Menurut informasi, kejadian tersebut bermula ketika kedua bocah itu pergi dari rumah tanpa berpamitan dengan orang tua mereka pada Minggu (19/11/).

Kemudian, mereka melakukan perjalanan dengan memanfaatkan Maps sebagai rute dari perjalanan mereka. Selain itu, yang mereka gunakan juga tidak disertai dengan resmi alias bodong.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bahkan, mereka hanya membawa seadanya yang digunakan untuk membeli dan saat lapar diperjalanan.

“Saya cuma mi instan sekali, berhenti beli enam kali (Rp10 ribu sekali mengisi), tapi lupa tempatnya. Istirahat semalam di gardu pinggir jalan, kalau enggak salah di Tuban,” ungkap DR.

DR dan SZ mengakui bahwa mereka nekat naik melintasi sejumlah kota untuk menuju ke . Bahkan, keduanya menyetir secara bergantian.

Selama perjalanan pun mereka tidak bertemu dengan , namun ketika di Semarang itulah mereka diberhentikan oleh petugas. Selain itu, keduanya juga baru pertama kali pergi ke keluar kota.

“Saya pakai Maps buat rutenya. Baru pertama kali saya keluar kota. Selama perjalanan bergantian pakai sepeda , tanpa bertemu sama ,” ucap DR.

Sementara itu, menurut pengakuan , mereka baru mengetahui kejadian tersebut setelah ditelepon anggota Polsek Tengaran pada Senin (20/11/). 

“Awalnya saya nggak percaya kalau mereka ada di sana, kan banyak , apalagi itu bawa butut. Saya baru percaya ketika anggota polsek mengirim foto dan , sehingga saya langsung jemput mereka,” ucap Jauhuri selaku paman SZ.

Kini keduanya sudah dipulangkan ke Sampang, .