Wakil RI Ma'ruf menyayangkan terkait dugaan bocornya data Daftar Pemilih Tetap (DPT) milik Komisi Pemilihan Umum ().

“Yang kebocoran ya kita sayangkan ya bahwa itu sampai bocor ya itu kita sayangkan,” ucap Ma'ruf, seusai menghadiri Mukernas III Majelis (), di Mercure, , Jumat (1/12/).

Maka dari itu, menurutnya, harus serius menjaga kerahasiaan data apapun yang mereka miliki. Karena semakin banyak kejadian data bocor semacam itu.

“Karena itu kita harapkan harus betul-betul menjaga kerahasiaan itu memang sekarang ini musimnya bocor itu apa, musimnya bocor itu apa,” jelas dia.

Mantan Pertimbangan itu juga berharap kedepannya seluruh elemen ikut bekerja sama menjaga data-data yang memang seharusnya bukan untuk disebarkan.

Sebelumnya, data milik tersebut dibocorkan oleh anonim bernama Jimbo di BreachForums pada Senin (27/11/).

Dalam unggahannya, itu melampirkan sampel data yang ia klaim didapatkan dari (kpu.go.id). Sampel data tersebut memuat nama, Nomor Induk Kependudukan (), tanggal lahir, hingga alamat.

Sampel ini juga memuat data sejumlah pemilih yang berada di . Pengunggah mengklaim memiliki lebih dari 250 juta (252.327.304) data. 

Ia menyediakan sekitar 500 ribu data sebagai sampel yang bisa dilihat para pengguna BreachForums. Data tersebut dijual dengan harga 2BTC atau US$74 ribu, setara Rp1,14 miliar.