jakartainside.com –

Axiata buka pernyataan mengenai yang rencananya diberikan pemerintah. Sebelumnya, Kementerian Kominfo berencana memberikan insentif pada industri untuk mengoptimalkan adopsi jaringan cepat tersebut.

Direktur & CEO Axiata, Dian Siswarini menjelaskan memerlukan spektrum bandwidth lebar. Namun, jika masih mempunyai konsep yang dimaksud mana ditawarkan 3G serta 4G, biayanya akan sangat mahal.

“Untuk itu butuh bandwidth yang dimaksud besar, jadi kalau license fee-nya masih seperti sekarang itu pasti mahal banget,” kata Dian ditemui Syukuran Anniversary Axiata 27th, pada , Senin (9/10/).

Dia menunjukkan tarif jual yang digunakan digunakan identik pada tender 2,1 Ghz untuk 5 Mhz senilai Rp 600 miliar.

“Kebayang enggak sih, terakhir tender 2,1 GHz untuk 5 Mhz itu harganya di area tempat atas Rp 600 miliar, kalau 50 MHz dihitung sama, itu harganya mau berapa,” ucapnya.

Dia berharap pemerintah mampu jadi menerapkan struktur spektrum yang tersebut lebih banyak lanjut kondusif untuk operator. Selain itu, ada juga pilihan untuk BHP (Biaya Hak Penggunaan) sanggup dibayarkan secara bertahap atau dicicil.

itu dikerjakan sebab penetrasi tidaklah ada bisa saja jadi langsung digunakan oleh banyak orang. Dian memperkirakan adopsi baru di dalam tempat atas 30% pada 2027 mendatang.

Selain itu, masih ada permasalahan dari perangkat yang mana dimaksud menyokong . yang mana dimaksud ada sekarang harganya masih sangat mahal serta penggunaannya masih pada bawah 5%.

“Misalnya bayar pay you grow makin banyak utilisasi supaya spektrum fee mampu jadi meningkat. Tapi pada area awal harusnya rendah, akibat tadi, adopsi kita memperkirakan baru di tempat dalam atas 30 persen pada tahun 2027, jadi masih lama gitu,” jelas Dian.


Sumber CNBC

by Jakarta Inside