, Bogor 3 – Institut dan (IKBIS) Annisa kembali mengukir momen bersejarah melalui pelaksanaan Wisuda Kedua yang dihelat di Harris Hotel and Convention City Mall, Bogor. Pada acara yang berlangsung khidmat ini, sebanyak 39 lulusan resmi dilantik, terdiri dari 28 lulusan Studi D3 Keperawatan dan 11 lulusan Studi D3 Kebidanan.

Acara dimulai dengan sambutan dari Pimpinan Yayasan Annisa Jaya, dr. Yudhy Iskandar, MARS. Dalam pidatonya, beliau memaparkan perjalanan transformasi yang lahir dari penggabungan Akademi Keperawatan Jalan Kimia dan Akademi Kebidanan Annisa Jaya. Kini, institut ini tak hanya menawarkan D3 Keperawatan dan Kebidanan, tetapi juga membuka baru seperti Sarjana , Sarjana Manajemen, dan Sarjana Administrasi Sakit. Ke depan, dr. Yudhy mengungkapkan bahwa berencana untuk memperluas cakupan akademiknya dengan membuka studi S1 Keperawatan dan Kebidanan. Beliau juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para wisudawan yang telah memberikan dukungan penuh, baik moral maupun material, sehingga anak-anak mereka berhasil menyelesaikan studi. “Perjalanan kalian di dunia mungkin telah selesai, tetapi perjalanan di dunia baru dimulai. Tetaplah membawa semangat belajar di mana pun kalian berada,” ujar dr. Yudhy di akhir sambutannya.

Dalam sambutannya, Ketua DPW Persatuan Perawat Indonesia (), Bapak Ade, menggarisbawahi pentingnya kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia di sektor yang terus berkembang. Kompetensi teknis dan keterampilan komunikasi menjadi dua aspek penting yang harus dimiliki oleh perawat saat ini. “Kita patut berbangga, karena perawat Indonesia memiliki keunggulan tersendiri yang tidak kalah saing dengan perawat dari . Karakteristik perawat kita terletak pada kompetensi dan pelayanan yang berbasis empati,” ungkap beliau.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia () dalam pidatonya menekankan bahwa para lulusan di bidang kebidanan memiliki peran strategis di . Selain sebagai pelayan , bidan juga diharapkan mampu menjadi edukator yang andal, memberikan pengetahuan kepada mengenai pentingnya ibu dan anak. Ia juga mengingatkan para lulusan untuk menjadikan pendiri , Ibu Hj. Titoh, sebagai . “Beliau memulai karier sebagai bidan, tetapi dengan keras dan visi yang jelas, beliau kini sebagai pemilik sakit, , dan institut tinggi,” tambahnya.

Sambutan terakhir datang dari perwakilan Lembaga Layanan Tinggi (LLDIKTI) 4 dan Banten. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa kesuksesan para wisudawan tidak lepas dari doa dan restu . Restu ini, menurutnya, menjadi bekal penting dalam menapaki babak baru kehidupan. “Jangan lupa berterima kasih kepada . Doa mereka adalah berkah yang akan menyertai perjalanan hidup kalian,” tutupnya dengan penuh haru.

Wisuda ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan akademik tetapi juga menjadi momentum awal bagi para lulusan untuk mengaplikasikan mereka di dunia . Dengan bekal kompetensi yang telah diberikan oleh , para lulusan diharapkan mampu berkontribusi positif bagi dan menjawab dunia yang kian kompleks. Semoga keberhasilan ini menjadi langkah awal untuk meraih depan yang lebih gemilang.