JakartaInsideCom – Lembaga memainkan peran penting dalam suatu negara dengan menyediakan layanan keuangan yang mendukung aktivitas .

Di Indonesia, terdapat dua jenis utama lembaga keuangan, yaitu lembaga keuangan konvensional dan .

Meskipun keduanya berfungsi untuk menyediakan layanan keuangan, terdapat perbedaan mendasar dalam prinsip dan operasionalnya.

ini akan membahas perbedaan mendasar antara lembaga keuangan konvensional dan berdasarkan penjelasan dari berbagai .

  1. Prinsip Dasar Operasional
    Lembaga keuangan konvensional beroperasi berdasarkan prinsip kapitalisme dan (riba). Mereka menawarkan produk-produk seperti pinjaman dengan , investasi dalam dan obligasi konvensional, serta produk asuransi yang berorientasi pada keuntungan. Sebaliknya, beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip yang melarang riba dan menekankan keadilan serta etika dalam transaksi keuangan. Produk-produk yang ditawarkan oleh harus sesuai dengan , seperti pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah) dan penyertaan modal (musyarakah).
  2. vs. Bagi Hasil
    Salah satu perbedaan utama antara lembaga keuangan konvensional dan adalah penggunaan . Lembaga keuangan konvensional mengenakan atas pinjaman dan memberikan atas simpanan. Di sisi lain, menggunakan bagi hasil, di mana keuntungan dan kerugian dibagi antara dan nasabah sesuai dengan kesepakatan awal. Hal ini bertujuan untuk menghindari riba yang dilarang dalam .
  3. Investasi dan Risiko
    Lembaga keuangan konvensional cenderung fokus pada keuntungan dan sering kali mengabaikan etika dalam investasi. Mereka dapat berinvestasi dalam berbagai sektor tanpa mempertimbangkan sosial atau lingkungan. Sebaliknya, harus memastikan bahwa investasi mereka sesuai dengan prinsip , yang melarang investasi dalam sektor-sektor yang dianggap , seperti alkohol, perjudian, dan produk-produk yang merugikan masyarakat. Selain itu, menerapkan prinsip berbagi risiko, di mana risiko dan keuntungan dibagi secara adil antara semua pihak yang terlibat.
  4. Pengawasan dan Regulasi
    Lembaga keuangan konvensional diawasi oleh otoritas keuangan seperti dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). , selain diawasi oleh otoritas keuangan , juga diawasi oleh Dewan Pengawas yang memastikan bahwa semua operasi dan produk keuangan sesuai dengan prinsip . Pengawasan ganda ini bertujuan untuk menjaga integritas dan kepatuhan terhadap .

Kesimpulan

Perbedaan mendasar antara lembaga keuangan konvensional dan terletak pada prinsip dasar operasional, vs. bagi hasil, investasi dan risiko, serta pengawasan dan regulasi.

beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip yang menekankan keadilan, etika, dan berbagi risiko, sementara lembaga keuangan konvensional beroperasi berdasarkan prinsip kapitalisme dan .

Memahami perbedaan ini penting untuk memilih layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai pribadi.