– Semangat mendorong Esty untuk beralih dari pekerja pabrik di Cibitung menjadi pengusaha . Setelah membuka kantin di Kementerian , kini ia kembali berinovasi dengan membuka warung (warkop) di kawasan .

Keputusan ini diambil guna menjawab setempat akan yang nyaman dengan terjangkau.

Dengan berbagai pilihan menu, warkop ini menyajikan hidangan andalan seperti mi Padasuka, tahu gejrot yang langsung dipasok dari pabrik, serta pecel yang menjadi favorit . Selain itu, Esty dan timnya tengah berencana menambah variasi menu, termasuk spesial dan tongseng .

“Kenapa kami buka pada hari Kamis? Karena ada panjang saat , jadi ini momen yang tepat untuk memulai baru,” ujar Esty.Ia menjelaskan bahwa ini merupakan cabang dengan modal sendiri, yang mulai dirintis sekitar dua minggu sebelum pertengahan .

Seiring dengan perkembangan , warkop ini juga menjadi bagian dari dan pernah berpartisipasi dalam bazar . Dengan semakin meningkatnya permintaan, Esty pun berencana merekrut lebih banyak karyawan untuk mendukung operasional warkop.

Menariknya, warkop ini tidak hanya menyediakan dan dengan terjangkau, mulai dari Rp10.000 hingga Rp15.000, tetapi juga menghadirkan suasana nyaman untuk yang gemar nongkrong. Dalam dekat, fasilitas Wi-Fi akan segera disediakan guna menambah daya tarik bagi .

Salah satu setia, Santy, mengungkapkan bahwa ia kerap menghabiskan di warkop ini karena suasananya yang nyaman.

“Saya hampir tiap hari nongkrong di sini, tempatnya enak dan makanannya juga enak. Apalagi lokasinya strategis, jadi lebih gampang buat cari ,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sela, pengunjung lainnya yang sering mampir ke warkop ini. “Saya memang nggak tiap hari ke sini, tapi cukup sering.

Menunya udah bagus, tempatnya nyaman. Sebelumnya belum ada warkop seperti ini di sekitar sini, jadi sekarang lebih mudah buat nongkrong sambil cari ,” katanya.

“Sore hari biasanya pengunjung ramai, baik warga sekitar maupun dari luar . Banyak yang suka nongkrong di sini karena suasananya nyaman,” tambahnya.

Dengan semangat dan komitmennya dalam , Esty terus berupaya mengembangkan usahanya, termasuk ekspansi di Kementerian .

Usahanya membuktikan bahwa dengan ketekunan dan , seseorang bisa beralih dari pekerja pabrik menjadi pengusaha .