yang digelar oleh Ketua Umum DPP Front Maluku (FPMM), Umar Ohoitenan atau yang akrab disapa Umar Kei, menjadi ajang penuh makna bagi dari berbagai latar belakang.

Acara yang berlangsung pada Rabu, 2 , di kediamannya di Nirvana Regency, Jatiwaringin, ini menjadi simbol kuatnya harmoni dalam .

Sejak pukul 10.00 WIB, tamu-tamu dari berbagai kalangan mulai berdatangan. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terlihat dari lantunan nyanyian, canda tawa, serta diskusi hangat yang mencerminkan nilai yang dijunjung tinggi oleh FPMM. Bahkan, Umar Kei turut bernyanyi bersama para tamu, mempererat keakraban dalam suasana yang penuh kekeluargaan.

ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga cerminan dari ajaran yang membawa kedamaian. Di tengah , kita tetap satu dalam ,” ujar Umar Kei dalam sambutannya.

Glen Latupeirissa, seorang aktivis yang turut hadir, menegaskan bahwa FPMM terus berkomitmen memperkuat nilai kemanusiaan dan kebudayaan untuk menjaga keutuhan bangsa. “Front Maluku hadir bukan hanya untuk tertentu, tetapi untuk seluruh bangsa. Kita harus bersatu,” katanya.

Sementara itu, Ros Rahayaan Ingratubun, warga asal Maluku Tenggara, mengapresiasi suasana kebersamaan yang tercipta dalam acara ini. “Setiap tahun, baik maupun Nasrani selalu berkumpul dalam momen seperti ini. Ini bukti nyata bahwa perbedaan bukan penghalang, melainkan kekuatan,” ujarnya.

Tokoh Vince Hukubun pun menyoroti peran besar Umar Kei dalam menyatukan Maluku di perantauan. “Antusiasme luar biasa. Ini menunjukkan bahwa kebersamaan yang dibangun oleh FPMM semakin kokoh. Semoga ke depan semakin maju dan solid,” katanya.

Ketua DPW FPMM, Murad Malawat, , menyebutkan bahwa ini telah menjadi tradisi selama 15 tahun dan terus menjadi simbol kepedulian serta kebersamaan. “Bang Umar selalu membuka pintu bagi siapa saja, berbagi kebahagiaan, dan menunjukkan kepedulian tanpa membedakan latar belakang,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Umum DPP FPMM, Khairul Anwar, menegaskan bahwa FPMM adalah inklusif yang merangkul semua golongan tanpa memandang suku dan . “Kami teguh pada prinsip Republik dan mengajak semua untuk terus bersatu,” katanya.

Dengan semangat persaudaraan yang terus dijaga, FPMM bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga simbol harmoni dalam . Kebersamaan yang terjalin dalam acara ini diharapkan dapat terus menginspirasi dan memperkuat di tengah bangsa .

yang digelar oleh Ketua Umum DPP Front Maluku (FPMM), Umar Ohoitenan atau yang akrab disapa Umar Kei, menjadi ajang penuh makna bagi dari berbagai latar belakang.