JakartaInsideCom – Momen Idulfitri 1446 H menjadi lebih istimewa bagi tokoh ulama terkemuka dari Kalimantan, Guru Abdul Hakim Nawawi.
Bersama istri dan keluarga, beliau mengajak sekitar 50 jamaah dari berbagai daerah di Kalimantan untuk melakukan perjalanan spiritual bertajuk “Tour Wali 5” — ziarah ke makam para wali yang berjasa dalam penyebaran Islam di Nusantara.
Perjalanan ziarah ini digelar bertepatan dengan perayaan ulang tahun Guru Abdul Hakim Nawawi, menjadikannya momen yang sarat makna.
Tak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama besar, kegiatan ini juga dirangkai dengan acara halalbihalal di sela-sela perjalanan, mempererat silaturahmi antarjamaah.
“Ziarah ke makam para wali adalah bentuk penghormatan kita kepada para pendakwah Islam terdahulu sekaligus sarana untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar Guru Abdul Hakim Nawawi saat ditemui di sela-sela kegiatan ziarah.
Tour Wali 5 sendiri meliputi kunjungan ke lima makam wali terkemuka di Jawa Timur, yakni Sunan Ampel di Surabaya, Sunan Giri di Gresik, Sunan Drajat di Lamongan, Sunan Bonang di Tuban, serta Sunan Kudus di Kudus.
Para jamaah tampak antusias mengikuti setiap rangkaian perjalanan, yang diiringi dengan doa bersama dan kajian singkat sejarah perjuangan para wali.
“Mereka (para wali) tidak hanya berdakwah lewat ceramah, tapi juga melalui seni, budaya, dan pendidikan. Kita ingin mengambil hikmah dari itu semua,” lanjut Guru Nawawi.
Ziarah ini juga menjadi sarana edukasi sejarah bagi jamaah, terutama generasi muda, tentang pentingnya mengenang dan meneladani perjuangan Wali Songo dalam menyebarkan Islam secara damai dan berbudaya.
Tak hanya berhenti di lima makam, Guru Abdul Hakim Nawawi berharap ke depan bisa melanjutkan perjalanan ke makam-makam wali lainnya yang tergabung dalam Wali Songo, seperti Sunan Kalijaga, Sunan Muria, hingga Sunan Gunung Jati.
“Semoga perjalanan ini membawa keberkahan, memperkuat iman, dan menyadarkan kita akan pentingnya meneruskan nilai-nilai Islam yang diajarkan para wali,” tutupnya.
Perjalanan ini tidak hanya memperkaya spiritualitas, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi Islam yang melekat erat dalam sejarah dan budaya bangsa.